Minggu, 02 Juni 2013

MY ENGLISH TASK

THE KIND OF EXPRESSIONS

PROMISE
v ASKING FOR A PROMISE
1.      Promise me that you will love me endlessly
2.     Do you promise to take care my heart?
3.     Make me a promise, won’t you?
4.     I want you to promise me that you will give me your car.
5.     Is that a promise?
6.    Do you give me your word on that?
7.     Do you swear that you won’t forget me?
v OFFERING A PROMISE
1.      I promise I’ll do whatever you want.
2.     I promise you that I’ll try to be on time next time
3.     I Promise to love you endlessly.
4.     It’s a promise.
5.     I give you my word on that.
6.    You have my word on it.
7.     I swear that my love is only for you.

SUGGESTION
GIVING SUGGESTION
v ASKING FOR SUGGESTION
1.      Do you think I ought to call your mother right now?
2.     What do you think I should buy him for his birthday?
3.     Do you have any ideas about how I can finish my task?
4.     Should I try walk with him about this matter again?
5.     If you were me what would you tell him?
6.    If you were in my situation, would you forgive me?
7.     What do you advice I pack for the trip?
8.     Do you have any advice for me?
9.     Can you give me some advice about something?
10. How do you suggest I must follow him?
11.   Are you suggest I give up eating?
12.  What do you recommend I take for bad stomachs?
13.  Do you have any recommendation about a good hotel in Singapore?
14. Can you recommend a suitable clothes for dinner tonight?

v OFFERING SUGGESTION
1.      I think you’d better start looking for a new job
2.     If I were, I’d stop waiting him.
3.     It would probably be a good idea to do it something what we want.
4.     Why don’t you try calling him tonight?
5.     How about taking a bus instead of driving?
6.    Try ignoring her for a while.
7.     I’d say that you’d better love her.
8.     I advice you to talk with your lawyer.
9.     My advice is to be careful in doing business with them.
10. I suggest that we go out for dinner tonight.
11.   Let me suggest that we buy a new car
12.  I recommend that you cancel your appointment.
13.  My recommendation is that we begin the sales program in my.



PLEADING
v Expressing Pleading
1.      I am pleading for you to keep my camera
2.     I plead with you accompany me to go to the library now!
3.     I beg you to keep my heart
4.     Would you please keep my self ?
5.     Please don’t disturb me

PROBABILITY
Expressing Probability
1.      Is it possible to I talk to you ?
2.     Is there any possibility of he can leave me alone in here? 
3.     Can you come to my party tonight?
4.     Will you be able to company me go to the cafĂ© ?
5.     Is there any chance for me to comeback with her?
6.    What will probably happen to me if I forget my handphone?
v  Stating Probability
1.      Maybe
2.     Perhaps
3.     Could be
4.     It’s possible
5.     They maybe
6.    I might meet him
7.     There’s a good possibility
8.     It is very likely
9.     There’s  a big chance
10. There’s a chance

WONDER (Curiosity)
v Asking about thoughts/felling
1.      How do you fell about it ?
2.     What are you thinking about ?
3.     You have something on your mind ?
4.     What are you looking so serious about ?
5.     Is something that bothering you ?
6.    Is there anything you want to talk about ?
7.     Want to talk about it ?
8.     Are you OK ?
9.     Are you worried about something ?
v Expressing wonder
1.      I wonder at her rudeness
2.     I wonder how he can come here after what happened
3.     I really wonder if he loves somebody younger
4.     I’m just wondering if she knows how much I love her
5.     I wonder who she is so beautiful
6.    I was just wondering how to do it
7.     I don’t wonder after the treatment she had
COMPLAINING
1.      I want you to complain about these shoes
2.     Well, this is the most unsatisfactory service I’ve ever found
3.     What can you do about these rooms
4.     Something must be done
5.     I’m sorry to say this, but this room is very dirty
6.    I’m afraid I’ve got a complaint about my task
7.     Would you mind not talking too loudly ?
8.     I wish you wouldn’t bother us

CONFESSION
1.      I admit I was wrong
2.     You are right and I was wrong
3.     It was my own fault
4.     I’m sorry I have made a mistake
5.     I was the one to blame
6.    I admit that I coped your files
7.     I will be the first to admit that we have made fun of him
8.     I will be honest enough to admit it all
9.     I hate to admit it, but I think he is right


BLAMING
1.      It was your own fault
2.     Perhaps that will teach you a lesson
3.     I told you but you wouldn’t listen

ACCUSING
1.      Are you accusing me of stealing ?
2.     He is accused of using a cell phone on the flight
3.   The police brought the accused in to the court




GURINDAM


Gurindam termasuk sastra lama. Gurindam ditulis dalam bentuk bait-bait. Setiap bait berisi dua baris yang mempunyai persamaan bunyi yang sama. Dua baris dalam satu bait gurindam umumnya dipahami sebagai satu kalimat yang sempurna. Kalimat itu terdiri dua klausa yang sering disebut anak kalimat dan induk kalimat. Isi gurindam umumnya berupa nasihat. Kalimat dalam gurindan umumnya menunjukkan hubungan persyaratan dan konsekuensi. Perhatikan gurindam berikut!
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apa makna yang kemungkinan dikandung dalam gurindam tersebut? Gurindam tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu, gunakan untuk bekerja, belajar, atau hal-hal yang positif. Bila dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Begitu banyak orang yang sehat dan bugar tetapi tidak memanfaatkan waktu untuk berusaha. Ia lebih memilih untuk mengemis dan mencari jalan pintas agar ia dapat makan tanpa ingin berusaha.
Hal yang sama dapat terlihat dalam gurindam berikut.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat dari padanya faedah.
Makna yang dapat dipahami dalam guri  ndam tersebut adalah nasihat kepada kita untuk menjaga lidah. Tidak berbohong agar mendatangkan faedah kepada diri kita dan orang lain. Hubungannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara jika selalu berkata bohong akan menimbulkan kepalsuan. Sebagaimana polemik yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Polemik antara penyelenggara negara dengan tokoh agama. Hal tersebut muncul karena terjadinya menipulasi data dan informasi terkait persoalan-persoalan berbangsa.
Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat

Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.

Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.

Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.

Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.

Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.

Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.

Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.

Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.

Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.

Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa.

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.

Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.

Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.

Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.

Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.

Apabila mendengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.

Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.

Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.

Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.

Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.

Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.

Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.

Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.

Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.


Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.

Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.

Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kafil.

Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas:    

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.

Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.

Hendak marah,
dahulukan hajat.

Hendak dimulai,
jangan melalui.

Hendak ramai,
murahkan perangai.



Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas:
Gurindam 12, pasal yang ke 11 dan ke 12

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.

Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.

Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.

Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.

Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta